Cerita Sex LDR? Mana Tahan~ ( Nisa Dan Rudi )

Cerita Sex LDR? Mana Tahan~ ( Nisa Dan Rudi )by adminon.Cerita Sex LDR? Mana Tahan~ ( Nisa Dan Rudi )  LDR? Mana Tahan~ ( Nisa Dan Rudi ) -Rudi- “Nisaaa, aku pulang!” seruku sambil membuka pintu apartemen, berharap Nisa tidak marah karena aku pulang terlambat tanpa memberitahunya. Tugas mendadak dari bos untuk mensurvey salah satu toko cabang di sebuah mall membuatku harus bekerja lembur. “Nisa?” tanyaku keheranan saat mendapati Nisa sedang asik menonton televisi tanpa […]

multixnxx-After hinting and suggesting to her oblivi-10multixnxx-After hinting and suggesting to her oblivi-9  multixnxx-After hinting and suggesting to her oblivi-11LDR? Mana Tahan~ ( Nisa Dan Rudi )

-Rudi-

“Nisaaa, aku pulang!” seruku sambil membuka pintu apartemen, berharap Nisa tidak marah karena aku pulang terlambat tanpa memberitahunya. Tugas mendadak dari bos untuk mensurvey salah satu toko cabang di sebuah mall membuatku harus bekerja lembur.

“Nisa?” tanyaku keheranan saat mendapati Nisa sedang asik menonton televisi tanpa menyambutku.

“Hahahahaha!” Nisa tertawa mendengar acara di televisi. Aku menoleh dan ternyata Nisa sedang menonton berita tentang pasar saham. Bulu kudukku langsung berdiri. Nisa dan berita itu ibarat langit dan bumi, ibarat air dan api, ibarat Tom and jerry, ditambah tertawa.

Waduh! Something is wrong here! Aku segera memutar otak cerdasku. Hari ini bukan ultah Nisa, bukan hari anniv juga. Aduh, kok Nisa jd horor gini? Kabur ah!

“Ni-nisa, aku mandi dulu ya, kamu mau ikut ga?” aku mencoba memancing Nisa. Sedetik, dua detik, tidak ada vas bunga maupun bantal yang melayang ke arahku. Aku segera mengambil handuk dan berjalan ke kamar mandi sambil terus merenungi kesalahan besar apa yang kubuat hari ini.

Perasaan tadi pas berangkat kerja, Nisa masih baik-baik aja deh. Jam istirahat makan siang tadi juga, kita masih telepon mesra. Aku juga tidak ingat punya janji penting dengannya.

Selesai mandi, aku tidak mendapati Nisa di ruang tamu, tampaknya ia telah masuk kamar tidur. Setelah merapikan handuk yang baru saja kupakai, aku menyusul Nisa ke dalam kamar. Padahal jam baru saja menunjukan pukul 20:00, namun tak seperti biasanya Nisa sudah tidur jam segini. Aku menjadi semakin khawatir, jangan-jangan Nisa sedang sakit.

“Nisa, kamu sakit ya?” tanyaku begitu memasuki kamar.

“Kamu jangan diem aja ka…” mulutku ternganga melihat pakaian Nisa. Suasana kamar yang hanya diterangi oleh lampu baca di atas ranjang tak mampu menghalangi mataku dari pemandangan indah ini.

Nisa menatap tajam ke arahku dengan tatapan membunuh. Dengan mengenakan baju tidur transparan berwarna hitam, membuat bra dan celana dalamnya yang berwarna merah menyala terlihat begitu mencolok.

Aku ralat, Nisa tidak menatapku dengan tatapan membunuh, ia menatapku dengan tatapan napsu.

Aku meneguk ludah.

Speechless.

Juniorku menegang kencang dalam sekejap.

Ternyata ini alasan Nisa bersikap aneh. Nisa ingin minta jatah.

Horeee!
Hari ini kita beruntung Rudi Jr.

Aku segera menghampiri Nisa dengan semangat 45.

Nisaaa, I’m comiing!

Author: 

Related Posts